Kamis, 08 Januari 2009

Ruqyah Syar`iyah

Ruqyah Syar'iyah

Segala puji bagi Allah l atas segala nikmat yang tiada terhitung jumlahnya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad n , kepada keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang senantiasa komitmen mengitu beliau hingga akhir zaman.
Setiap nikmat yang dianugrahkan adalah menuntut kita untuk mensyukurinya. Salah satu dari sekian banyak nikmat itu adalah nikmat kesehatan, maka menjaga stamina ruhiyah dan jasmaniyah agar tetap dalam keadaan sehat bugar sehingga kuat dalam beribadah merupakan bentuk syukur terhadap nikmat tersebut. Sebaliknya kelalaian merupakan bentuk kufur nikmat, sebagaiman yang terjadi pada saat ini dengan timbunya berbagai macam bentuk penyakit baik yang sifatnya ruhiyah maupun jasmaniyah. Islam adalah Din yang sempuna, tidak didapatkan suatu masalah melainkan Islam memberikan solusinya. Diantara terapi yang diajarkan Rasulullah n adalah ruqyah syar'iyyah.

Apa Itu Ruqyah Syariyaah?
Ruqyah syar'iyyah adalah kumpulan ayat-ayat dari Al Qur`an dan bacaan (التعويذات ) serta do`a-do`a yang ma`tsur dari Rasulullah n . Ini dibaca oleh seorang muslim baik untuk dirinya sendiri atau keluarganya dan orang lain ketika badan atau jiwanya tertimpa suatu penyakit. Inilah yang dimaksud dengan Ruqyah Syar'iyyah dan bukan sejenis sihir atau bid'ah munkar sebagaiman anggapan kebanyakan orang.,,

Menapa Harus Ruqyah Syar'iyyah?
Ada beberapa alasan kenapa kita lebih memilih terapi dengan rukyah syar'iyyah diantaranya ialah :
1. Ruqyah Syar'iyyah adalah termasuk sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah n .
2. Lalainya seseorang dan umumnya kaum muslimin hari ini untuk berdzikir dengan wirid-wirid yang ma`tsur.
3. Merajalelanya penyakit hasad dan dengki ditengah masyarakat yang tidak terbendung sehingga menuangkannya dalam bentuk gangguan seperti sihir.
4. Untuk menyembuhkan penyakit yang terkadang menimpa pada diri seseorang seperti Al 'Ain yang pengaruhnya begitu cepat tanpa menyadarinya. Rasulullah n bersabda:
العين حق, و لو كان الشيء سابق القدر لسبقته العين
"Penyakit 'Ain itu benar adanya, dan seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului
takdir dari Allah pasti penyakit 'Ain bisa mendahuluinya".
5. Terlenanya kebanyakan manusia dengan tipu daya jin seperti melalaikan ibadah shalat dan meninggalkan syari'at Allah l.
6. Ruqyah syar'iyyah merupakan jalan terbaik yang akan mengantarkan seseorang menuju ketenangan dan ketentraman jiwa.
7. Ruqyah syar'iyyah adalah sebab yang paling afdhal –setelah Allah l- yang dapat meringankan untuk melaksanakan ketaatan dan istiqamah dalam menjalankannya.

Masyru'iyyah Ruqyah Syar'iyyah
Rasulullah n telah memerintahkan dan menganjurkan bahkan melakukan sendiri terapi ruqyah syar'iyyah, hal ini sebagaiman dijelaskan dalam banyak riwayat yang shahih diantaranya adalah:
قول عائشة d : كان النبي n إذا اشتكى يقرأ على نفسه و ينفث، فإذا اشتد وجعه كنت أقرأ عليه و أمسه بيمينه رجاء بركتها.
"Perkataan 'Aisyah s; 'Bahwa Nabi n apabila mengeluhkan suatu penyakit,maka beliau membaca untuk dirinya sendiri kemudian meniupkannya, dan apabila semakin bertambah sakitnya maka aku yang membacakan untuk beliau dan aku mengusap dengan tangan kanannya untuk mengharap barakahnya" .
قوله n :لا بأس بالرقى ما لم تكن شركا. و قوله عليه الصلاة و السلام : من استطاع منكم أن ينفع أخاه فليفعل.
"Tidak mengapa melakukan ruqyah selagi tidak ada unsur syirik di dalamnya". Dan sabda beliau n , "Barangsiapa diantara kalian yang bisa memberikan manfaat untuk saudaranya maka lakukanlah".
أن النبي صلى الله عليه وسلم أخذ ترابا من بطحان فجعله في قدح ثم نفث عليه بماء وصبه عليه.
"Bahwasannya Nabi mengambil tanah dari bathan diletakkannya di gelas kemudian beliau menyemburkan air padanya dan menuangkannya di atasnya."

Apakah Ruqyah Hanya Khusus Untuk Penyakit Tertentu?
Ada anggapan yang kini berkembang ditengah masyrakat bahwa ruqyah syar'iyyah adalah terapi yang hanya khusus untuk menyembuhkan penyakit sihir dan kesurupan jin saja. Dan jika penyakit yang diderita adalah penyakit jasmani, maka harus menggunakan terapi medis karena ruqyah tidak akan berpengaruh. Ini adalah anggapan bathil yang harus diluruskan sebab menyelisihi dalil-dalil Al Qur`an dan As Sunnah yang menerangkan keumuman manfaat ruqyah syar'iyyah. Allah lberfirman :
      ...
"Katakanlah: "Al Quraan itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mu'min…"
       ...
"Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmatbagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepadaorang-orang yang zalim selain kerugian."
Kemudian dalil-dalil as-sunnah juga menunjukkan tentang keumuman akan manfaat ruqyah syar'iyyah. Diantaranya ialah:
Jibri q meruqyah Nabi n ketika dia betanya, "Wahai Muhammad! Apakah engkau mengeluh karena sakit?" Beliau n menjawab "Benar". Kemudian Jibril q mengucapkan do`a:
بسم الله أرقيك من كل شيئ يأذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد، الله يشفيك، بسم الله أرقيك.
"Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dan dari keburukan setiap jiwa atau mata yang dengki, Allah-lah yang menyembuhkanmu, dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu."
kemudian dalil lain adalah riwayat dari 'Utsman bin Abil 'Ash Ats- Tsaqafy a, Bahwa dia mengeluh kepada Nabi n tentang sakit yang dirasakan ditubuhnya sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah n , "Letakkanlah tanganmu pada tubuh yang engkau rasa sakit, kemudian ucapkanlah, 'Bismillah (tiga kali) kemudian membaca do`a:
أعوذ بعزة الله و قدرته من شر ما أجد و أحاذر.
Ibnu Qayyim v berkata, "Al-Qur`an adalah obat yang mujarab untuk semua penyakit jasmani dan rohani dan juga obat didunia dan akhirat. Akan tetapi tidak semua orang mau dan diberi taufiq untuk menjadikan Al-Qur`an sebagai obat". Kemudian beliau menuturkan pengalamannya, "Suatu ketika, aku pernah jatuh di kota Makkah. Aku sama sekali tidak mendapatkan Tabib dan obat. Maka akupun mengobati penyakitku sendiri dengan membaca Al Fatihah. Aku mengambil air zam-zam dan kubacakan atasnya surat Al fatihah, lalu aku meminumnya. Akupun sembuh secara total dari sakitku. Dan aku selalu melakukan hal itu setiap kali merasakan sakit sampai aku mendapatkan manfaat yang sempurna".

Ruqyah Syar'iyyah Dan Pengobatan Yang Mubah
Yang perlu digaris bawahi, bahwa anjuran syariah untuk menggunakan terapi ruqyah terhadap segala penyakit yang diderita, bukan berarti tidak boleh mengambil sebab dengan meggunakan terapi lain yang hukumnya mubah seperti pengobatan secara medis dan pengobatan alternatif lainnya. Namun semua itu adalah masyru' dan tidak menafikan tawakkal, bahkan yang lebih afdhal adalah menggunakan kedua macam terapi tersebut sebagaimana Rasulullah n melakukannya sendiri dan beliau menganjurkannya. Imam Ahmad v meriwayatkan bahwa Rasulullah n bersabda:
يا عباد الله تداووا، فإن اللهl لم يضع داء إلا وضع له شفاء إلا داء واحدا، قالوا: ما هو؟ قال: الهرم.
"Wahai ibadullah berobatlah kalian, karena Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit melaikan menurunkan pula obatnya kecuali satu macam penyakit". Para sahabat bertanya, "Penyakit apa yang tidak ada obatnya?" Beliau menjawab, "Penyakit tua".
Beliau n juga bersabda:
الشفاء في ثلاثة : شربة عسل، و شرطة محجم، و كية نار، و أنا أنهى أمتي عن الكي بالنار.
"Kesembuhan itu ada dalam tiga perkara, minum madu, dalam syatan alat hijamah dan sundutan dengan besi panas, namun aku melarang umatku melakukan sundutan.

Bilakah Ruqyah itu Bermanfaat?
Pertanyaan ini sangat dijawab. Karena terkadang ada seseorang yang telah mencoba meruqyah dirinya sendiri atau orang lain namun tidak mendapatkan reaksi dan pengaruh sedikitpun, ataupun tidak ada tanda-tanda adanya kesembuhan, sehingga muncul dalam hatinya keraguan akan manfaat ruqyah syar'iyyah.
Mengenai hal ini Ibnul Qayyim v memberikan jawabannya, bahwa terapi dengan ruqyah syar'iyyah menyangkut dua hal; pertama, orang yang sakit (yang diruqyah). Kedua, Mu'alij (orang yang meruqyah), nah masing-masing hendaknya kekuatan jiwa dan sikap tawakkal yang benar kepada Allahl serta meminta perlindungan kepada-Nya. kemudian memiliki keimanan yang kuat bahwa Al Qur`an benar-benar mengandung kesembuhan dan rahmat bagi kaum mukminin.

Syarat-syarat Ruqyah
Ibnu Hajar v berkata, bahwa para ulama` telah sepakat tentang bolehnya ruqyah ketika terpenuhi tiga syarat, yaitu:
1. Ruqyah haruslah dengan menggunakan ayat-ayat Allah l,, asma dan sifat-Nya atau dengan sesuatu yang ma`tsur dari Rasulullah n.
2. Harus dengan berbahasa Arab dan dipahami maknanya.
3. Harus diyakini bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan dzatnya melainkan dengan takdir Allah l.
4. Hendaknya tidak dilakukan dengan hal-hal yang diharamkan. Seperti yang dilakukan oleh sebagain orang, dia meruqyah pada saat orang yang sakit dalam keadaan junub, atau dikuburan..., atau pada saat dia dalam kedaan najis atau hal-hal yang dapat menimbulkan keraguan.
5. Hendaknya tidak mengandung ungkapan-ungkapan yang diharamkan. Seperti mencela dan mencaci.
Maka segala macam ruqyah yang tidak memenuhi syatrat-syarat diatas adalah tidak diperbolehkan, karena jelas itu akan mengarah kepada kesyirikan.

Indikasi Adanya Penyakit Nafsiah dan Ruhiyah
Apabila diantara indikasi yang disebutkan terdapat pada diri seseorang secara jelas, maka orang tersebut perlu untuk melakukan terapi ruqyah syar'iyyah dan terapi medis lainnya. Diantara indikasi tersebut adalah:
1. Berpaling dari dzikrullah dan ketaatan kepada Allah lterlebih khusus lagi adalah shalat.
2. Pusing yang berkepanjangan tanpa adanya sebab-sebab lazim.
3. Marah dengan kemarahan yang menggebu-gebu dan melampaui batas.
4. Seringnya hilang ingatan dan banyak lupa diluar kelaziman.
5. Seluruh badan terasa lemas disertai rasa malas dan futur.
6. Susah tidur pada malam hari.
7. Selalu merasakan kegelisahan, kesempitan dan kesedihan.
8. Tertawa dan menangis tanpa sebab.
9. Selalu bermimpi hal-hal yang menakutkan.
10. Minder diluar kelaziman sehingga memilih 'uzlah dan jauh dari manusia.
11. Merasa muak tidak suka tinggal dirumah dan berkumpul bersama keluarga termasuk istri dan anak-anak.

Anda Adalah Dokter Bagi Diri Anda Sendiri
Ketika seseorang telah memahami betul akan pentingnya ruqyah sya'iyyah dalam kehidupan ini, maka ia tidak perlu lagi untuk mencari dan meminta seseorang untuk meruqyahnya karena ia bisa meruqyah dirinya sendiri, dan ini adalah lebih afdhal ditinjau dari beberapa hal;
1. Ruqyah syar'iyyah adalah termasuk bagian dari do`a-do`a yang diajarkan oleh Rasulullah n . Dan hal tersebut merupakan wujud kesempurnaan tawakkal kepada Allah ldimana Anda tidak meminta kesembuhan melainkan hanya kepada Allah l.
2. Ruqyah syar'iyyah yang dilakukan untuk diri sendiri akan lebih memudahkan bagi seseoang dalam menggapai keikhlasan dan sikap tunduk serta tawakkal kepada Allah.
3. Dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Lain halnya jika bersandar kepada orang lain dimana ia hanya mendapatkan waktu luang yang terbatas.

Tata cara meruqyah
Perkara lain yang demikian serius yang harus diperhatikan oleh seorang peruqyah adalah tidak melakukan tata cara ruqya yang tidak diajarkan oleh Rasulullah n .

Bilamana Ruqyah Menjadi Sebuah Profesi
Menjadikan ruqyah sebagai profesi seperti halnya dokter dengan membuka klinik khusus dan memfokuskan diri untuk itu sebagaimana yang kini terjadi ditengah masyarakat adalah menyelisihi metode ruqyah pada zaman Rasulullah n dan para sahabatnya, padahal ada diantara mereka yang sering meruqyah. Memang telah dimaklumi bahwa manusia membutuhkan ruqyah. Namun memfoluskan diri untuk itu bukalah bagian dari petujuk sahabat dan para tabiin, ini dipandang dari satu sisi. Kemudian dari sisi yang lain, bahwa orang yang menjadikan ruqyah sebagai profesi terkadang menjadikannya sebagai jembatan alternatif mencari nama atau popularitas. Ruqyah adalah sebuah ibadah dan sedangkan ibadah haruslah ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah n . n

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan